Laporan Uji Asam Basa

 

LAPORAN PRAKTIKUM

UJI ASAM DAN BASA

Disusun : Andira 9B-06

 

A.    TUJUAN

Untuk mengetahui larutan asam dan basa, menggunakan indikator alami dan buatan, pada air keran, air soda, air detergen/air sabun, dan ekstrak jeruk nipis.

B.     KAJIAN TEORI

Larutan adalah salah satu contoh dari campuran homogen, campuran homogen adalah campuran antara dua zat atau lebih yang partikel penyusunnya tidak dapat dibedakan. Larutan terbagi menjadi dua jenis, larutan asam dan basa. Asam adalah zat yang melepaskan ion H+ apabila dikondisikan di dalam air. Pembawa sifat asam adalah ion H+ (ion hidrogen), sehingga rumus kimia asam akan selalu membawa atom hydrogen. Asam juga dapat diartikan sebagai senyawa yang jika dilarutkan dalam air maka pH nya <7 atau lebih kecil dari 7.  Basa adalah senyawa yang akan melepaskan H- (hidroksida) apabila dilarutkan dalam air, semua rumus kimia basa mengandung gugus OH, yang biasanya berwujud padat dan bersifat licin apabila terkena air. Sifat yang umum pada senyawa basa dapat dilihat pada rasanya yaitu pahit serta jika diraba dengan jari akan terasa licin.

Untuk mengetahui sifat suatu larutan berupa asam atau basa dapat menggunakan indikator, Indikator adalah suatu senyawa yang dapat menunjukkan perubahan warna apabila bereaksi dengan asam dan basa. Perubahan pH dapat diketahui dari perubahan warna larutan yang berisi indikator. Indikator alami adalah indikator yang berasal dari bahan alami yang diekstrak. Umumnya,  indikator alami menggunakan bahan-bahan dari tumbuhan yang memiliki warna yang mencolok. Contohnya seperti kubis merah, kembang sepatu, bunga mawar, kunyit, kol ungu dan lain-lain. Namun, indikator alami ini hanya bisa mengetahui suatu larutan memiliki sifat asam atau basa tanpa adanya tingkat pH.

Tidak hanya indikator alami, tetapi juga ada indikator buatan, indikator buatan memiliki beberapa macam seperti, indikator kertas lakmus, indikator larutan, dan indikator universal. Indikator universal adalah campuran dari bermacam-macam indikator yang dapat menunjukkan pH suatu larutan dari perubahan warnanya. Indikator universal ada dua macam yaitu indikator berupa kertas dan larutan. Indikator kertas berupa kertas serap dan tiap kotak kemasan, indikator jenis ini dilengkapi dengan peta warna. Penggunaanya sangat sederhana, sehelai indikator dicelupkan ke dalam larutan yang akan diukur pH-nya. Kemudian dibandingkan dengan skala warna yang terterah pada wadah pH indikator universal tersebut. Kelebihan indikator universal ini mampu mengukur nilai pH pada suatu larutan, tidak seperti indikator kertas lakmus atau indikator alami  yang hanya mampu menunjukkan keasaman dan kebasaan suatu larutan. Disisi lain indkator universal juga memiliki keterbatasan pada ketelitian pengukuran dimana kita hanya dapat mengetahui nilai pH 0-14 tanpa mengetahui angka dibelakang koma.

 

C.    ALAT DAN BAHAN

1.    Alat

a.    8 Gelas

b.    2 Pisau

c.    2 Saringan

d.   8 Sendok

e.    Mortar dan pestle

f.     Tisu (Montiss)

g.    Cawan petri

h.    Beaker glass

2.    Bahan

a.    1 buah kulit buah naga

b.    1 buah jeruk nipis

c.    2 buah kunyit

d.   3 sendok makan detergen (Attack)

e.    1 kaleng air soda (Polaris)

f.     50 mL air bunga telang

g.    1 lembar kol ungu

h.    200 mL air

 

D.    LANGKAH KERJA

1.        Siapkan alat dan bahan.

2.        Beri label pada gelas dan atau pelat tetes untuk setiap indikator/bahan.

3.       Haluskan kunyit, kulit buah naga, dan kol ungu dengan mortar dan pestel. Tambahkan sedikit air ± 10 mL. Air dapat diukur menggunakan beaker glass.

4.        Saring dan letakan larutan ke dalam gelas.

5.        Seduh 5 bunga telang ke dalam ± 50 mL air panas di dalam gelas. Tunggu beberapa menit hingga berubah warna,

6.        Tuangkan bahan yang akan diuji (yaitu air, jeruk. Sabun/detergen yang dilarutkan dengan 50 mL air, dan air Soda) ke dalam gelas sebanyak ± 50 mL.

7.      Catat semua warna larutan sebelum dicampur (bahan yang akan diuji dan bahan indikator) pada tabel pengamatan.

8.        Tuang 3 tetes larutan yang akan diuji ke dalam cawan petri.

9.        Lalu tuangkan 3 tetes larutan indikator ke dalam cawan petri.

10.    Perhatikan perubahan warna yang terjadi dan catat dalam Tabel pengamatan.

11.    Terakhir, masukan indikator pH/kertas lamus ke dalam larutan yang akan diuji di dalam gelas untuk mengecek tingkatan pH.

12.    Selesai melakukan percobaan, cuci bersih alat yang digunakan dan letakan pada tempatnya. Buang semua bahan yang tidak digunakan lagi ke dalam tempat sampah.

13.    Kerjakan LEMBAR KEGIATAN bersama kelompok dan kumpulkan kepada guru.

 

E.     HASIL PENGAMATAN

1.    Tabel Indikator pH Alami

No

Bahan yang diuji

Warna Awal

Warna Setelah Dicampur dengan Indikator

Sifat Larutan

Kunyit (warna kuning)

Kulit Buah Naga (warna merah)

Bunga Telang (warna  biru)

Kol Ungu (warna ungu)

1.

Air Keran

Bening

Kuning cerah

Merah muda keunguan

Biru cerah

Ungu

Netral

2.

Air Jeruk

Kuning

Kuning cerah

Ungu merah pekat

Ungu Muda

Merah

Asam

3.

Air Detergen

Putih

Jingga

Ungu pekat

Hijau kebiruan

Hijau

Basa

4.

Air Soda

Bening

Kuning

Merah muda keunguan

Biru pekat

Ungu tua

Asam lemah

 

2.    Tabel dengan Kertas pH Universal

No

Bahan yang Diuji

Tingkatan pH

1.

Air Keran

7

2.

Air Jeruk

2

3.

Air Detergen

11

4.

Air Soda

5

 

F.     PEMBAHASAN

1.    Tabel 1

A.  Air Keran

Pada pengamatan bahan uji air keran, saat dicampurkan dengan indikator alami seperti kunyit, kulit buah naga, bunga telang, dan kol ungu, rata-rata tidak mengalami perubahan atau memiliki warna yang tetap. Maka dari itu, dapat kita simpulkan air keran bersifat netral.

B.  Air Jeruk

Pada pengamatan bahan uji air jeruk, saat dicampurkan indikator alami seperti ekstrak kunyit akan berubah menjadi kuning cerah, lalu jika dicampurkan dengan perasan kulit buah naga akan berubah menjadi ungu merah pekat, kemudian dicampurkan dengan air bunga telang akan berubah menjadi ungu muda, dan jika dicampurkan dengan ekstrak daun kol ungu maka akan berubah menjadi merah. Sehingga air jeruk bersifat asam.

C.  Air Detergen

Pada pencampuran air detergen dengan indikator alami memiliki warna yang lebih pekat hingga berubah warna. Pada ekstrak kunyit jika dicampurkan akan berubah menjadi jingga, lalu jika dicampurkan dengan perasan kulit buah naga akan berubah menjadi ungu pekat, kemudian dicampurkan dengan air bunga telang akan berubah menjadi hijau kebiruan, dan jika dicampurkan dengan ekstrak daun kol ungu maka akan berubah menjadi hijau. Jadi air detergen bersifat basa.

D.  Air Soda

Pada pencampuran air soda dan beberapa indikator alami mengalami perubahan tetap hingga warna pekat.  Pada pencampuran ekstrak kunyit akan mengalami warna tetap yaitu kuning, lalu jika dicampurkan dengan perasan kulit buah naga akan mengalami warna tetap juga yaitu merah muda keunguan, kemudian dicampurkan dengan air bunga telang akan berubah menjadi biru pekat, dan jika dicampurkan dengan ekstrak daun kol ungu maka akan berubah menjadi ungu tua.

2.      Tabel 2

Pada penguji asam basa menggunakan kertas indikator pH universal, mendapatkan hasil bahwa air keran memiliki tingkat pH sebanyak 7 atau bisa disebut netral dan aman untuk dikonsumsi. Pada air jeruk memiliki tingkat pH 2, termasuk memiliki sifat asam yang kuat jadi tidak disarankan untuk dikonsumsi secara berlebihan. Kemudian, untuk air detergen memiliki tingkat pH sebesar 11 atau memiliki sifat basa lemah. Dan air soda memiliki tingkat pH 5 memiliki sifat asam lemah.

 

G.    KESIMPULAN

Pada indikator alami, jika larutan asam maka bahan yang akan diuji akan berubah menjadi lebih cerah, sebaliknya larutan basa saat dicampurkan akan berubah menjadi lebih pekat, berubah warna seperti biru, hijau, bahkan abu-abu. Dan ekstrak paling baik untuk indikator alami adalah ekstrak dari sayur kol ungu, dimana saat ekstrak kol ungu dicampurkan dengan bahan uji memiliki perubahan yang signifikan, air jeruk berubah menjadi merah pekat, air soda menjadi ungu pekat dan air detergen menjadi hijau. Namun, indikator alami hanya bisa digunakan untuk menentukan asam atau basa saja, berbeda dengan indikator pH universal sekaligus dapat mengetahui nilai pH yang terukur.

Gambar pencampuran indikator alami





Video Pembahasan:




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membuat Listrik dari Buah-buahan

CARA MENGATASI HOAX